Apa itu Arbitrase Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dalam istilah Hukum, Arbitrage merupakan cara menyelesaikan suatu masalah perdata di luar pengadilan umum yang dibuat tertulis oleh para pihak yang bersangkutan dalam sengketa tersebut.

Namun berbeda dengan dunia trading yang juga mengenal adanya istilah Arbitrage, adapun dalam Trading istilah ini merujuk pada suatu proses jual beli instrument keuangan pada market yang berbeda meski dilakukan secara bersamaan, tujuannya adalah untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dari perbedaan harga tersebut dan pelaku yang menjalankan praktik ini disebut dengan arbitrageur.

Jadi seorang Arbitrageur atau trader yang melakukan arbitrase akan cenderung mencari peluang dengan menjual kembali instrument keuangan yang baru saja dibelinya dengan harga murah dan menjualnya langsung ke market lain dengan penawaran yang lebih mahal, itu artinya pelaku arbitrage harus bisa mencari celah dalam waktu yang sangat singkat mengingat perbedaan harga biasanya hanya terjadi dalam sekejap.

Secara sederhana dapat diartikan bahwa arbitrage atau arbitrase ini adalah proses pembelian dan penjualan asset pada 2 market yang berbeda, keuntungan yang didapat memang tidak terlalu besar namun cara ini bisa dibilang sangat minim atau bebas resiko.

Bagaimana Caranya?

Sesuai dengan penjelasan di atas, melakukan arbitrase sebetulnya sangatlah mudah karna pada dasarnya anda hanya perlu mencari market yang menawarkan harga murah lalu menjualnya langsung ke tempat berbeda yang mau menerima dengan harga yang lebih mahal.

Ini sama halnya seperti saat anda melakukan perdagangan konvensional di mana barang yang anda beli akan langsung anda jual kembali entah kepada sesama penjual atau pun konsumen tanpa terlalu lama menyimpan barang tersebut.

Namun perlu diingat kembali bahwa keuntungan yang didapat mungkin tidak akan terlalu besar, selain karna perbedaan harga yang tidak signifikan juga adanya biaya lain – lain yang harus anda tanggung dalam setiap transaksinya.

Bagaimana legalitasnya?

Pertanyaan tentang legalitas dari arbitrase sendiri memang masih sering diungkapkan oleh kebanyakan orang, namun dalam istilah Trading maka arbitrage bukanlah sesuatu yang illegal bahkan cara ini sudah kerap dilakukan oleh banyak trader terutama oleh arbitrageur yang sekaligus juga menjadi market maker.

Adapun peran dari market maker memang sangat dibutuhkan untuk membantu menyediakan liquidity demi meningkatnya volume transaksi itu sendiri, atau anda mungkin biasa mengenalnya sebagai broker maupun exchanger.

Bagi anda yang tertarik untuk mencobanya, pastikan anda mengetahui lebih dulu jenis teknik arbitrase dalam trading agar anda bisa menentukan mana yang paling cocok untuk anda.

  • Arbitrase Merger

Dalam trading saham istilah ini juga biasa disebut sebagai Risk Arbitrage di mana proses transaksinya terdapat merger dan akuisisi, cara ini cukup banyak digunakan oleh para arbitrageur dalam melindungi nilai dananya dengan membeli saham yang akan dijual kembali saham tersebut terhadap pihak yang mengakuisisi.

  • Retail Arbitrage

Sesuai namanya, arbitrage ini melibatkan produk ritel di pasar keuangan seperti halnya seorang pengecer di mana anda akan membeli sejumlah saham atau mata uang digital tertentu untuk langsung dijualnya kembali ke market lainnya. namun cara ini mungkin tidak akan cocok untuk pasar forex karna akan terlalu banyak biaya yang anda butuhkan ketika melakukan arbitrase ritel.

  • Statistic Arbitrage

Yang satu ini merupakan teknik arbitrage dengan statistic model yang kompleks demi menemukan peluang dari transaksi yang anda lakukan pada instrument keuangan tertentu, cara ini lebih mengandalkan akumulatif rata – rata dan membutuhkan perhitungan detail yang hanya bisa dilakukan melalui sistem komputerisasi.